Memerangi Kekejaman Peternakan Anjing Komersial

Kondisi yang tidak manusiawi dan praktik yang tidak etis di peternakan anjing komersial merupakan masalah serius bagi para pendukung kesejahteraan hewan. Fasilitas pembiakan skala besar ini memprioritaskan keuntungan daripada kesejahteraan anjing, yang menyebabkan penderitaan bagi hewan dan kesedihan bagi pemilik hewan peliharaan yang tidak curiga. Dalam artikel ini, kita akan membahas dunia gelap peternakan anjing komersial, dampaknya terhadap anjing yang dibiakkan di lapannaga dalamnya, dan langkah-langkah yang dapat kita ambil untuk memberantas industri yang kejam ini.

Memahami Peternakan Anjing Komersial
Peternakan anjing komersial, juga dikenal sebagai peternakan anak anjing, adalah fasilitas pembiakan anjing komersial yang mengabaikan kesehatan dan kesejahteraan hewan. Menurut Humane Society of the United States, operasi ini seringkali menampung anjing dalam kondisi yang penuh sesak dan tidak higienis tanpa perawatan dokter hewan, makanan, air, atau sosialisasi yang memadai. Anjing-anjing di fasilitas ini biasanya dikurung dalam kandang dengan lantai LIGACUAN  kawat yang melukai cakar dan kaki mereka, dan mereka dikembangbiakkan setiap ada kesempatan dengan sedikit atau tanpa waktu pemulihan antara kelahiran anak anjing.

Realitas yang Pahit

Pabrik anak anjing bukan hanya masalah di Amerika Serikat; ini adalah masalah global. ASPCA melaporkan bahwa diperkirakan ada 10.000 pabrik anak anjing di AS saja, dengan lebih banyak lagi yang beroperasi di seluruh dunia. Pabrik-pabrik ini menghasilkan jutaan anak anjing setiap tahun, banyak di antaranya menderita masalah kesehatan dan perilaku serius karena kondisi tempat mereka dibesarkan.

Masalah Kesehatan dan Perilaku
Anak anjing dari pabrik sering menghadapi berbagai masalah kesehatan, termasuk kelainan genetik, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan gangguan muskuloskeletal seperti displasia pinggul. Masalah perilaku juga umum terjadi karena kurangnya sosialisasi dan interaksi manusia. Hal ini dapat mencakup kecemasan, rasa takut, dan agresi, sehingga menyulitkan mereka untuk beradaptasi dengan kehidupan rumah tangga normal.